10 Contoh Chat Menanyakan Lowongan Kerja yang benar Lewat WA, Pelamar Auto Dipanggil!

Table of Contents

10 Contoh Chat Menanyakan Lowongan Kerja yang benar Lewat WA, Pelamar Auto Dipanggil!

 
10 Contoh Chat Menanyakan Lowongan Kerja yang benar Lewat WA, Pelamar Auto Dipanggil!
10 Contoh Chat Menanyakan Lowongan Kerja yang benar 

Dalam mencari peluang lowongan kerja melalui WhatsApp, penting untuk menulis pesan yang baik, sopan, dan menarik perhatian perusahaan. Di bawah ini, kami sajikan 10 contoh chat WA menanyakan lowongan kerja yang bisa kamu praktikkan dan pasti Auto di panggil.

Dalam melanjutkan upaya mencari peluang pekerjaan melalui WhatsApp, berikut ini adalah 10 contoh chat WhatsApp yang dapat kamu gunakan untuk menanyakan lowongan kerja secara sopan dan efektif.

1. Salam Hormat dan Penyebutan Sumber Informasi


Assalamualaikum Bapak/Ibu Personalia,

Saya adalah Faisal dari Yogyakarta. Saya mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan di perusahaan Bapak/Ibu melalui situs web resmi perusahaan. Saya ingin memastikan apakah posisi yang saya cari masih tersedia. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.

2. Referensi Sosial Media


Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat pagi Bapak/Ibu Personalia,

Nama saya Rani. Saya menemukan iklan tentang lowongan pekerjaan di LinkedIn perusahaan Bapak/Ibu. Saya sangat tertarik dengan posisi tersebut dan ingin mengetahui apakah lowongan tersebut masih tersedia. Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu.

3. Menggunakan Informasi Nomor WhatsApp


Assalamualaikum Bapak/Ibu,

Saya adalah Arianto dari Surabaya. Saya menemukan nomor WhatsApp ini di situs resmi perusahaan, dan saya ingin menanyakan tentang lowongan pekerjaan yang tersedia. Apakah masih ada kesempatan untuk melamar? Saya sangat menantikan informasi lebih lanjut dari Bapak/Ibu. Terima kasih.

4. Salam Pembuka yang Sopan


Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat Pagi, Bapak/Ibu Personalia.

Saya adalah Chelsea Olivia, dan saya mengetahui informasi lowongan pekerjaan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin melalui akun Instagram @xxxx. Saya ingin mengkonfirmasi ketersediaan lowongan tersebut melalui WhatsApp ini. Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu untuk menjawab pesan ini.

5. Mengenalkan Diri dan Asal


Assalamualaikum Bapak/Ibu.

Saya adalah Agus dari Kota Medan. Saya baru saja menemukan informasi mengenai lowongan pekerjaan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin, khususnya untuk posisi staf gudang. Saya ingin memastikan apakah lowongan tersebut masih tersedia melalui nomor WhatsApp yang tertera. Saya sangat mengharapkan petunjuk dari Bapak/Ibu. Terima kasih.

6. Mengacu pada Sumber Informasi


Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat pagi Bapak/Ibu.

Saya, Glorya dari Bekasi, menemukan informasi tentang lowongan pekerjaan di posisi Administrasi di perusahaan Bapak melalui website xxx. Saya diarahkan untuk menghubungi Bapak/Ibu melalui chat WA ini. Saya ingin mendapatkan panduan lebih lanjut apakah saya masih bisa mendaftar untuk posisi tersebut. Terima kasih atas bimbingannya.

7. Referensi Informasi


Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat pagi Bapak/Ibu.

Saya Seasilya dari Banyuwangi, dan saya mengetahui informasi lowongan pekerjaan melalui pamflet yang beredar di media sosial sejak tanggal xx-xx-xxxx. Saya diarahkan untuk menghubungi Bapak/Ibu melalui nomor WhatsApp ini. Mohon izin, apakah saya masih bisa melamar untuk posisi tersebut? Saya menantikan arahan dan bimbingan dari Bapak/Ibu. Terima kasih.

8. Pertanyaan Langsung


Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat pagi Bapak/Ibu.

Saya adalah Indah dari Pontianak, dan saya tertarik dengan posisi xxx di perusahaan PT xxx. Apakah lowongan untuk posisi tersebut masih tersedia? Terima kasih atas waktu dan kesediaan Bapak/Ibu untuk menjawab pesan ini.

9. Sumber Informasi Terkini


Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat pagi Bapak/Ibu.

Saya adalah Zepri. Informasi yang saya temukan di aplikasi pencari kerja xx menunjukkan bahwa perusahaan PT x membuka lowongan kerja untuk posisi xx. Saya ingin mengonfirmasi apakah lowongan tersebut masih tersedia. Saya menantikan arahan dan bimbingan dari Bapak/Ibu. Terima kasih.

10. Memperkenalkan Diri dan Deadline


Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat pagi Bapak/Ibu.

Saya adalah Leo, lulusan xx, dan saya berminat melamar pekerjaan di perusahaan Bapak, khususnya untuk posisi xx. Informasi yang saya dapatkan mengindikasikan bahwa pendaftaran masih berlangsung hingga xx. Saya ingin mengonfirmasi apakah perusahaan masih membuka lowongan pekerjaan untuk posisi ini. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. Saya sangat menantikan arahan selanjutnya.

Ingatlah, pesan-pesan ini ditujukan untuk menciptakan kesan yang baik di mata perusahaan dan memastikan bahwa pertanyaanmu mengenai lowongan pekerjaan dijawab dengan baik. Semoga sukses dalam pencarian pekerjaanmu!

Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Menanyakan Lowongan Kerja lewat WhatsApp


Menghubungi HRD lewat WhatsApp (WA) itu ibarat mengetuk pintu rumah orang asing. Kalau ketukanmu sopan dan penampilanmu rapi, pemilik rumah pasti menyambut dengan senyuman. Sebaliknya, kalau kamu asal gedor—apalagi cuma nge-P atau bilang "Ada lowongan?"—siap-siap saja pesanmu langsung diabaikan atau bahkan diblokir.

WhatsApp memang santai, tapi urusan melamar kerja tetap punya "aturan main" formal. Agar kamu tidak dicap tidak sopan dan peluang dapat kerja makin besar, yuk siapkan 5 hal krusial ini sebelum kamu menekan tombol send!

1. Detektif Nomor: Pastikan Kontak yang Dituju Valid & Resmi

Jangan asal kirim pesan ke nomor yang kamu dapat dari grup lowongan kerja yang tidak jelas asal-usulnya. HRD sangat menjaga privasi mereka. Menghubungi nomor pribadi rekruter tanpa izin bisa bikin mereka merasa risih.

  • Langkah Aman: Pastikan nomor tersebut memang tercantum di poster lowongan resmi, website perusahaan, atau akun LinkedIn resmi HRD yang bersangkutan.
  • Pro-Tips: Jika nomor tersebut adalah nomor bisnis (WhatsApp Business), itu lampu hijau! Tapi kalau itu nomor pribadi, pastikan di lowongan kerja memang tertulis: "Hubungi WA: 0812xxxx".

2. Digital Clean-Up: Sulap Profil WA Jadi "Aset Jualan"

Sebelum membaca pesanmu, hal pertama yang akan dilihat HRD adalah foto profil dan nama akun WhatsApp-mu. Ini adalah first impression yang sangat menentukan.

  • Ganti Foto Profil: Untuk sementara, simpan dulu foto kucing lucu, karakter anime, atau foto estetik tampak belakang. Gunakan foto wajahmu sendiri yang rapi, berpakaian sopan, dan tersenyum ramah.
  • Ganti Nama Akun: Tolong hapus nama samaran atau username alay seperti "Rian Selalu Tersakiti" atau "Putri Sii Cweiiut". Gunakan nama lengkapmu yang sesuai dengan KTP dan CV. HRD butuh tahu mereka sedang berbicara dengan siapa.

3. "Senjata" Siap Tempur: Siapkan CV PDF Ukuran Ringan

Bayangkan skenario ini: HRD langsung membalas chat-mu dalam waktu 2 menit dan bilang, "Boleh kirim CV-nya sekarang?"

Kalau kamu baru sibuk mencari file-nya di laptop atau dokumenmu masih berantakan, kamu sudah kehilangan momentum emas.

  • Format Wajib PDF: Jangan pernah mengirim CV dalam bentuk gambar (JPEG/PNG) atau format Word (.docx) yang formatnya bisa berantakan saat dibuka di HP.
  • Kompres Ukuran File: Pastikan ukuran CV dan portofoliomu di bawah 2 MB. Kasihan kan kalau kuota atau memori HP HRD habis hanya untuk mengunduh berkasmu?
  • Beri Nama File yang Jelas: Gunakan format: CV_Nama Lengkap_Posisi yang Dilamar.pdf (Contoh: CV_Budi Santoso_Digital Marketer.pdf).

4. Draf "Anti-P": Siapkan Konsep Chat yang Jelas dan Sopan

Haram hukumnya mengirim pesan hanya berupa "P", "Halo Kak", atau "Masih ada lowongan?". HRD itu sibuk dan mengurus ratusan pelamar. Pesan yang menggantung hanya akan menumpuk di bagian bawah chat.

Sebelum membuka obrolan, ketik dulu draf pesanmu di aplikasi Notes. Struktur pesan yang disukai HRD biasanya terdiri dari:

  • Salam pembuka yang sopan.
  • Perkenalan diri (Nama dan latar belakang singkat).
  • Maksud dan tujuan (Sebutkan dapat info lowongan dari mana dan posisi apa yang diincar).
  • Kalimat penutup dan ucapan terima kasih.
Kenapa harus disiapkan dulu? Supaya kamu tinggal copy-paste dan tidak mengirim pesan secara terpotong-potong yang bikin HP HRD bergetar berkali-kali.

5. Atur Alarm: Ketahui Jam Kerja "Sakti" Rekruter

Mengirim chat jam 11 malam? Jangan heran kalau kamu langsung dicoret dari daftar kandidat karena dianggap tidak tahu etika dasar. HRD juga manusia yang butuh istirahat dan punya kehidupan pribadi.

  • Waktu Terbaik: Kirim pesan di hari kerja (Senin - Jumat) antara pukul 09.00 s.d. 11.30 (saat energi mereka masih segar) atau pukul 13.30 s.d. 15.30 (setelah jam istirahat siang).
  • Hindari: Hari libur nasional, akhir pekan (Sabtu-Minggu), dan jam makan siang (12.00 - 13.00).

Catatan : WhatsApp memang memotong jarak antara kamu dan perusahaan impian, tapi bukan berarti kamu bisa melupakan profesionalisme. Dengan mempersiapkan 5 hal di atas, kamu bukan cuma terlihat sebagai pelamar yang butuh kerja, tapi sebagai profesional siap kerja yang menghargai waktu orang lain.

Sudah siap semuanya? Yuk, cek lagi profil WA-mu dan selamat menjemput karier impian!

Demikianlah 10 Contoh Chat Menanyakan Lowongan Kerja yang benar dan efektif untuk menanyakan tentang lowongan pekerjaan. Semoga pesan-pesan ini membantu kamu dalam mencari peluang kerja yang sesuai.